Pagi yang tak begitu dingin

Namun ia tetap bersama dengan

Kabut dan tetes embunnya

Pada sirip daun, kelopak bunga

Ujung ujung ruas padi di sampingku

Duduk menikmati suara air, angin, dan nyanyian bebek, tentunya  dengan saling bersautan satu dengan lainnya

Asyik, ditambah dengan bumbu keindahan klasik kereta yang melaju di bawah terik yang malu-malu 

Burung menari cantik, membelah awan

Ia selalu punya pesona, sehingga menarikku untuk menatapnya hingga jauh

Begitupun belalang yang mencuri perhatian, lewat sela-sela padi 

Jadi teringat dulu suka jadi sasaranku saat main ke sawah

Beberapa detik setelah ku tulis ini, suasana mulai hangat

Mentari begitu cepat menampilkan keelokan sinarnya

Menandakan aku harus segera beranjak dari tempat ternyamanku menikmati 'parasmu'

maaf kali ini hanya sejenak singgah_


Komentar